Cara Reset Factory Default Blackberry Q5

Blackberry Q5 sudah memakai Blackberry OS versi 10. Pada awal saya membelinya karena ingin tahu sejauh apa sih perkembangan OS 10 ini dibanding versi OS 7 di Blackberry Apollo yg sudah saya miliki sebelumnya.

BB ini awalnya saya jadikan alat komunikasi utama yg terinstall BBM dan Whatsapp. Namun seiring perkembangan, banyak sekali dilakukan update software yg akhirnya menguras memory internal HP ini, yg hanya berisi 8 GB. Bahkan saat ini saya sudah tdk bisa mengupdate versi OS dan BBM karena free-space habis. Selain itu, performa BB ini saat browse files (picture, video) sangat lemot karena sudah terlalu banyak isinya. Meskipun media files sudah saya pindahkan ke memory card, efek lemot masih terasa. Mau tak mau akhirnya saya beralih ke smartphone Android (saat ini penulis memakai ASUS ZenFone2), karena lambat laun update dr WA sangat menguras memory internal HP ini yg sangat kecil.

Akhirnya saya lakukan hard reset atau factory default setting ke BB ini, artikel asli saya ambil dari link ini.

  1. Backup dulu isi BB Anda, termasuk daftar kontak, file2 penting, foto/video ke tempat lain.
  2. Masuk ke Home Screen, lalu swipe ke bawah untuk membuka Menu.
  3. Buka folder Settings dan pilih Security and Privacy.
  4. Pilih Security Wipe, lalu ketikkan password: blackberry.
  5. Klik Delete Data sebagai konfirmasi, dan tunggu sampai BB reboot.
  6. Tunggu prosesnya beberapa menit, saat reboot kita bisa memantau kegiatan apa yg sedang dilakukan.

Karena mubazir dibuang dan jika dijualpun harga jatuh, saya pakai saja BB ini untuk telepon dan SMS saja. Paket data saya matikan, dan ternyata awet sekali baterenya, hehe… Bisa 3-4 hari tidak perlu charge.

Semoga artikel ini membantu..

Nonton Konser Symphonia Vienna Orchestra

Untuk pertama kalinya dalam hidup, saya menyaksikan pertunjukan musik klasik kelas internasional di Aula Simfonia, Jakarta. Biasanya saya hanya menyaksikan di layar kaca saja pergelaran musik klasik itu. Namun di tahun 2014 ini saya melakukan hal baru, yakni menonton musik klasik secara live.

Meskipun saya pernah beberapa kali lewat Kemayoran dan sepintas melihat gedungnya, namun kali ini saya pastikan arahnya benar dengan bantuan Google Maps.

Acara ini dipersembahkan oleh Rama Widi Management. Perlu diketahui, Rama Widi adalah pemain harpa asal Indonesia yg  punya prestasi dunia. Dia telah bermain harpa bersama orkestra Eropa & Indonesia, tur keliling Eropa dan China. Selain itu, dia juga pemain harpa pria Indonesia pertama yg melakukan permainan solo diiringi orkestra ternama spt Twilite Orchestra, Jakarta Chamber Orchestra, Capella Amadeus String Chamber Orchestra (Indonesia) dan Symphonia Orchestra, Joseph Haydn Konzertverein (Vienna). Singkatnya, ini orang top punya deh… Ga main2 prestasinya!!

Pertunjukan dimulai pk:19.30 dan untuk mengantisipasi macet serta nyasar, kami sampai di lokasi kira-kira 1,5 jam sebelumnya. Alhasil bisa foto2 dulu sebelum acara dimulai, karena saat pertunjukan dilarang keras melakukan pengambilan gambar, audio, dan video. Ga boleh makan/minum juga selama berada di ruangan. Kalo mau makan/minum bisa dilakukan di lobby bawah.

Saat memasuki ruang konser, betapa terkejutnya sama melihat isi ruang konser ini… Luar biasa megah dan menakjubkan!!! Saya tidak menyangka ada gedung orkestra seperti ini di Jakarta. Anda bisa lihat sendiri di foto-foto berikut ini.

Konser Symphonia Vienna Orchestra di Aula Symfonia, Sabtu (11/01/2014)

Konser Symphonia Vienna Orchestra di Aula Symfonia, Sabtu (11/01/2014)

Konser Symphonia Vienna Orchestra di Aula Symfonia, Sabtu (11/01/2014)

Konser Symphonia Vienna Orchestra di Aula Symfonia, Sabtu (11/01/2014)

Gedung Aula Symfonia, Sabtu (11/01/2014) di Kemayoran

Gedung Aula Symfonia, Sabtu (11/01/2014) di Kemayoran

Orkestra ini dipimpin oleh konduktor Raphael Schluesselberg (lahir 1984 di Graz, Austria). Beliau memulai debutnya sebagai konduktor di usia 15 tahun. Dua tahun kemudian dia belajar di University of Music and Dramatic Arts, Vienna dimana dia belajar menjadi konduktor bersama Leopold Hager, Mark Stinger, Yuji Yuasa, Konrad Leitner.
Dengan penampilan yg enerjik, dia membawa nuansa “muda” di orkestra ini dan tentu dengan kemampuan teknis yg patut diacungi jempol.

Selain Rama Widi, hadir pula Soloist harpa wanita muda bernama Veronika Villànyi asal Hungaria. Dia belajar musik pada usia 8 tahun dan mulai serius bermain harpa di usia 10 tahun. Kemudian dia melanjutkan studinya di Music Conservatory of Györ, Hungaria.

Orkestra ini berhasil mengarensemen ulang lagu daerah (volklore) Indonesia yang kita semua kenal: Ampar-Ampar Pisang, Jali Jali, O Inani Keke, dan Yamko Rambe Yamko yang penuh semangat dan diselingi atraksi dari beberapa pemain bas. Tak lupa ada bonus track, diantaranya lagu “Mencintaimu” yg dipopulerkan oleh Kris Dayanti dan berhasil dimainkan dengan megahnya.

Untuk tiket kelas 2 Mezzanine seharga Rp 500.000,- menyaksikan pergelaran konser ini dengan suasana, akustik gedung, dan penampilan memukau seperti ini, saya rasa sangat pantas dan worth it banget…

Sepertinya konser musik klasik ini bukan menjadi yang terakhir dan kemungkinan besar akan berkelanjutan di event-event lainnya… Nantikan saja posting saya mengenai musik klasik ini di lain kesempatan.

Membandingkan berbagai CMS di Internet

Ada ratusan atau mungkin ribuan CMS (Content Management System) yang beredar di Internet… Yang paling sering diperbincangkan dan dipakai orang biasanya WordPress, Joomla, Drupal, dll.

Nah jika hendak membandingkan misalnya fitur2 apa yg ada di WordPress tapi tidak ada di Drupal, saya memakai referensi dari website CMS Matrix yg memiliki database berbagai CMS yg terinstall di dunia Internet ini.

Data2 CMS di-maintain oleh masing2 vendor pembuatnya, jadi bisa dipastikan akurat untuk masing2 jenis.

Jika ingin membandingkan secara garis besarnya, saya rasa website ini bagus sebagai rujukan utama. Namun untuk update2 terakhir tetap saja saya sarankan untuk membuka website masing2 CMS untuk mendapatkan yang lebih detilnya.

Semoga bermanfaat…

Tools Untuk Mengubah Timestamp Subtitle Film

Kasusnya adalah saat saya punya DVD yg hanya ada subtitle bahasa Inggris, sementara saya perlu subtitle bahasa Indonesia. Kalo saya mesti cari2 aplikasi editor subtitle agak males karena saya ga punya waktu mempelajarinya. Eh ternyata ada tools Resync Subtitle secara online. Lumayan nih bisa mengurangi kerjaan gw…

Berikut ini langkah2 yg saya lakukan:

  1. Yg pasti kudu punya DVD nya dulu dong… Atau bisa donlod sih… cari sendiri linknya.
  2. Cari file subtitlenya di http://www.opensubtitles.org/en, pastikan judul film dan bahasanya benar.
  3. Download file srt-nya.
  4. Cek dulu apakah timestamp-nya sudah cocok atau belum dengan filmnya. Biasanya ada selisih jika film dan subtitle berasal dr sumber yg berbeda.
  5. Cara mengeceknya ialah, buka filmnya pakai Media Player Classic lalu klik File-Load Subtitle utk menampilkan subtitle yg sdh didonlod tadi.
  6. Kalo ada selisih time-stamp antara film dan terjemahannya, masuk ke http://subshifter.bitsnbites.eu/.
  7. Pilih kolom Shift.
  8. Klik choose file utk meng-upload file srt yg telah didonlod.
  9. Masukkan nilai time shift (dalam detik) berikut tanda +/- utk memajukan/memundurkan waktunya.
  10. Klik resync.
  11. Browser akan mendownload otomatis file srt baru hasil resync.

Kita tidak perlu download aplikasi utk mengubah timestamp, cukup via online saja.
Semoga membantu.

 

Es krim Swensen’s at Changi Airport

20130718-152925.jpg

20130718-153148.jpg

Pengalaman Fitness (1)

Sebenernya gw sih ga ada niat sama sekali utk ikutan yg namanya fitness. Awalnya gw berpikir utk apa mesti bayar sesuatu yg sebenernya bisa gw lakukan sendiri, selama gw disiplin melakukannya dan dengan teknik yg benar.

Justru disitulah masalah yg selama ini gw alami. Kalo ga dipaksa biasanya gw males-malesan melakukannya atau tidak konsisten. Dengan “dipaksanya” gw bayar utk ikut fitness, maka mau tidak mau gw harus luangkan waktu dan menggerakkan bagian-bagian tubuh gw yg selama ini dlm kondisi nyaman.

So, setelah ditantang sana-sini dan sadar dg keadaan tubuh gw, akhirnya gw memutuskan utk mulai fitness. Continue reading

MPX Grande Boutique Cinema

Mulai 21 April 2008 MPX Grande Boutique Cinema Pasaraya 9th Floor TURUN HARGA dgn tiket sbb:

  • Senin – Jumat : Rp 15.000,-
  • Sabtu – Minggu – Libur : Rp 25.000,-
  • Diamond class setiap hari : Rp 50.000,-

Tidak berlaku utk film India, tidak ada midnight show.
TELEPON: 021-7264679.